1.07.2013

TUGAS AKHIR PTK

-->

PENINGKATAN KEMAMPUAN DALAM PEMAHAMAN KONSEP OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT POSITIF DAN NEGATIF
MENGGUNAKAN MEDIA MISTAR BILANGAN
PADA SISWA KELAS IV SDN GEGER 02, MADIUN
TAHUN PELAJARAN 2012/2013

PROPOSAL PENELITIAN



Diajukan Oleh

OCTAFI AJI SAPUTRI
NPM 09141.161


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
IKIP PGRI MADIUN
2012
PENINGKATAN KEMAMPUAN DALAM PEMAHAMAN KONSEP OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT POSITF DAN NEGATIF MENGGUNAKAN MEDIA MISTAR BILANGAN
PADA SISWA KELAS IV SDN GEGER 02, MADIUN
TAHUN PELAJARAN 2012/2013

A.    LATAR BELAKANG
Matematika merupakan ilmu pengetahuan yang sangat berguna dalam menyelesaikan permasalahan kehidupan sehari – hari dan dalam upaya memahami ilmu pengetahuan lainnya. Tujuan dari pendidikan matematika pada jenjang pendidikan dasar dan menengah adalah menekankan pada penataan nalar dan pembentukan kepribadian (sikap) siswa agar dapat menggunakan atau menerapkan  matematika dalam kehidupannya. Dengan demikian matematika menjadi matapelajaran yang sangat penting dalam pendidikan dan wajib dipelajari pada setiap jenjang pendidikan.
Pada dasarnya belajar matematika merupakan belajar konsep. Konsep pada matematika menjadi kesatuan yang bulat dan berkesinambungan. Untuk itu dalam proses pembelajaran guru harus dapat menyampaikan konsep tersebut kepada siswa dan bagaimana siswa dapat memahaminya. Pengajaran pada matematika dilakukan dengan memperhatikan urutan konsep dimulai dari yang paling sederhana.
Keberhasilan proses kegiatan belajar mengajar pada pembelajaran matematika dapat diukur dari keberhasilan siswa yang mengikuti kegiatan tersebut. Keberhasilan itu dapat dilihat dari tingkat pemahaman, penguasaan materi serta prestasi belajar siswa. Semakin tinggi pemahaman dan penguasaan materi maka semakin tinggi pula prestasi belajar siswa. Namun dalam kenyataannya dapat dilihat bahwa sampai saat ini prestasi belajar matematika yang dicapai siswa masih rendah.
Rendahnya prestasi belajar matematika tidak hanya karena kesalahan siswa tetapi juga disebabkan oleh proses belajar yang tidak sesuai. Saat ini masih banyak guru yang menggunakan model pembelajaran lama pada proses pembelajaran di sekolah - sekolah. Guru menyampaikan bahan ajar tanpa mengunakan alat peraga. Hal ini mengakibatkan pemahaman murid tentang konsep bilangan bulat positif dan negatif  sangant kurang. Menjadikan siswa pasif, kurang perhatian untuk belajar kreatif dan mandiri.
Tugas dari seorang guru adalah melaksanakan pembelajaran di kelas yang diartikan sebagai suatu kegiatan yang ditujukan untuk membelajarkan siswa. Kegiatan tersebut memerlukan pengelolaan kelas yang optimal sehingga siswa terlibat secara aktif. Kenyataan di lapangan selama ini, justru masih menunjukkan kecenderungan yang berbeda. Kecenderungan tersebut diantaranya masih berlaku banyak siswa yang bersikap pasif selama pembelajaran. Mereka cenderung menunggu sajian materi dari guru daripada aktif mempersiapkan materi dan menemukan pengetahuan dan keterampilan secara mandiri. Untuk menambah pengetahuan konsep bilangan bulat positif dan negatif  dalam proses belajar mengajar guru harus menggunakan metode kontektual, oleh sebab itu sangat dianjurkan agar guru menggunakan alat peraga  ajar  setiap kali mengajar.
Untuk mengantisipasi permasalahan tersebut, dalam pembelajaran matematika harus digunakan metode pembelajaran yang sesuai. Salah satu metode pembelajaran yang digunakan yaitu Guru menerangakan konsep mengunakan alat peraga sederhana. Melalui metode ini siswa mampu mendefinisikan konsep, mengidentifikasi dan memberi contoh atau bukan contoh dari konsep. Oleh karena itu, siswa lebih mudah saat nmenyelesaikan soal matematika. Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis tertarik untuk meneliti tentang peningkatan kemampuan dalam pemahaman operasi hitung bilangan bulat positif dan negatif menggunakan media mistar bilangan pada siswa kelas IV SDN Geger 02, Madiun tahun pelajaran 2012/2013.

B.     RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang diatas dapat diambil sebuah rumusan masalah yaitu, bagaimanakah penerapan media mistral bilangan dapat meningkatkan kemampuan operasi hitung bilangan bulat positif dan negatif siswa kelas IV SDN Geger 02 Madiun tahun pelajaran 2012/2013?

C.    PEMECAHAN MASALAH
untuk memecahkan masalah rendahnya kemampuan siswa dalam operasi hitung bilangan bulat positif dan negatif bagi siswa kelas IV SDN Geger 02 Madiun tahun pelajaran 2012/2013, akan diterapkan penggunaan media mistar bilangan. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut : (1) Peneliti akan mengajar dengan media mistar bilangan; (2) Mistar bilangan dibagi menjadi dua bagian, yang sebelah kanan adalah bilangan bulat positif dan yang sebelah kiri adalah bilangan bulat negatif; (3) Mendemonstrasikan bagaimana penggunaan mistar bilangan; (4) Siswa secara acak maju untuk mempraktikkan penggunaan mistar bilangan; (5) Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan menggambar mistar bilangan sederhana; (6) Siswa mengerjakan soal yang dibagikan secara berkelompok; (7) Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompoknya; (8) Siswa di beri soal mandiri untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa.



D.    TUJUAN PENELITIAN
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan operasi hitung bilangan bulat positif dan negatif siswa kelas IV SDN Geger 02 Madiun tahun pelajaran 2012/2013.

E.     MANFAAT
1.      Bagi Siswa
Penelitian tindakan kelas ini akan memudahkan siswa untuk memahami konsep pengoperasian hitung bilangan bulat positif dan negatif, khusunya untuk siswa kelas IV.
2.      Bagi Guru
Penelitian tindakan kelas ini akan membuat guru lebih kreatif dalam menciptakan media yang sederhana dan mudah dibuat.
3.      Bagi Kepala Sekolah & Dinas Pendidikan
Diharapkan melalui penelitian tindakan kelas ini, pihak sekolah dan Dinas Pendidikan mau menularkan / menyebarkan penggunaan media ini sehingga akan meningkatkan kualitas siswa.



F.     KAJIAN PUSTAKA
1)      Konsep Operasi Bilangan bulat positif dan negatif
Bilangan adalah suatu konsep matematika yang digunakan untuk pencacahan dan pengukuran. Simbol ataupun lambang yang digunakan untuk mewakili suatu bilangan disebut sebagai angka atau lambang bilangan. Dalam matematika, konsep bilangan selama bertahun-tahun lamanya telah diperluas untuk meliputi bilangan nol, bilangan negatif, bilangan rasional, bilangan irasional, dan bilangan kompleks.
Bilangan bulat adalah suatu yang digunakan untuk menunjukkan suatu kualitas banyak atau sedikit atau ukuran (berat, ringan, panjang, pendek, keliling, luas ). Suatu objek bilangan bulat ditunjukkan dengan suatu tanda atau lambang yang disebut angka . Bilangan bulat merupakan bilangan utuh yang terdiri dari bilangan nol, bilangan asli, bilangan bulat dilambangkan dengan B
Bilangan bulat dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu : bilangan nol ( 0 ), bilangan bulat negatifdan bilangan bulat positif.
1)   Bilangan bulat negatif yang ditulis (,,,,-7,-6,-5,-4,-3,-2,-1)
2)   Bilangan nol ( 0 )
3)   Bilangan bulat positif merupakan bilangan bulat yang mempunyai anggota bilangan asli ditulis (1,2,3,4,5,6,7,,,,)
Bilangan bulat dapat dilukiskan dengan garis bilangan semakin kekiri semakin kecil semakin ke kenan semakin besar.

2)         Pemahaman konsep operasi bilangan bulat positif dan negatif
Pemahaman adalah suatu proses mental terjadinya adaptasi dan transformasi ilmu pengetahuan. Langkah-langkah pembelajaran dengan mengunakan alat peraga sederhana pada operasi hitung bilangan bulat positif dan negatif, yaitu:
1)         Langkah awal
a)    Apresiasi tantang bilangan bulat positif dan negatif, b) Persiapan alat peraga, c) Penjelasan tentang tujuan, d) Pemberian motivasi belajar
2)         Kegiatan inti
a)    Informasi, b) Guru mendemontrasikan alat peraga bilangan bulat positif dan negatif, c) Beberapa siswa mendemontrasikan alat peraga bilangan bulat positif dan negatif, d) Siswa secara berpasangan menerapkan alat peraga, e) Siswa mengerjakan soal mengunakan alat peraga, f) Siswa membandingkan dengan siswa lain, g) Guru memberikan kesempatan bertanya



3)         Kegiatan akhir
a)    Siswa bersama guru menyimpulkan materi pembelajaran, b) Siswa mengejakan ulangan harian, c) Siswa menuliskan refleksi belajar
a.         Media Pembelajaran sederhana
1)         Media sederhana
Istilah media berasal dari bahasa latin yang merupakan bentuk jamak dari medium yang secara karafiah berarti perantara atau pengantar. Makna umumnya adalah, segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dan sumber informasi kepada penerima informasi. Istilah media ini sangat populer dalam bidang komunikasi. Proses belajar mengajar pada dasarnya juga merupakan proses komunikasi, sehingga media yang digunakan dalam proses pembelajaran disebut media pembelajaran. Alat peraga untuk menerangkan konsep Matematika itu dapat berupa  benda nyata dan dapat pula berupa gambar atau diagramnya.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa alat peraga (media) adalah alat (benda) yang digunakan untuk menyampaikan pengetahuan, fakta, konsep, prinsip kepada siswa agar lebih nyata atau konkrit.
2)      Konsep alat peraga (media) sederhana
Ada beberapa persyaratan yang harus dimiliki alat peraga agar fungsi atau manfaat dari alat peraga tersebut sesuai dengan yang diharapkan dalam pembelajaran. 1) Sesuai dengan konsep matematika, 2) Dapat memeperjelas konsep matematika, baik dalam bentuk real, gambar, atau diagram dan bukan sebaliknya (mampersulit pemahaman konsep matematika), 3) Tahan lama 4) Bentuk dan warna menarik, 5) Dari bahan yang aman bagi kesehatan peserta didik, 6) Sederhana dan mudah dikelola, 7) Ukuran sesuai atau seimbang dengan ukuran fusik peserta didik
Dengan demikian ada dua hal yang harus diperhatika dalam pengunaan alat peraga kelompok yakni (1) tugas-tugas perlengkapan dari alat peraga yang menjadi tangung jawab bersama. (2) melaksanakan tugas-tugas pemanfaatan alat peraga haruslah secermat mungkin, sehingga tidak terjadi penumpukan peserta didik yang pandai atau sebaliknya dalam suatu kelompok.
b.        Pembelajaran Operasi Bilangan Bulat Positif dan Negatif dengan Media Mistar Bilangan
Langkah-langkah pembelajaran dengan mengunakan alat peraga mistar bilangan pada operasi hitung bilangan bulat positif dan negatif, yaitu:
Kegiatan inti
a)         Informasi : bilangan bulat positif dan negatif, operasi penjumlahan bilangan bulat positif dan negatif, dan alat peraga mistar bilangan.
b)         Guru mendemontrasikan alat peraga mistar bilangan untuk menjumlahkan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat positif, menjumlahkan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negatif, menjumlahkan bilangan bulat negative dengan bilangan bulat positif.
c)         Beberapa siswa mendemontrasikan alat peraga mistar bilangan untuk menjumlahkan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat positif, menjumlahkan bilangan bulat positif dengan bilangan bulat negative, menjumlahkan bilangan bulat negative dengan bilangan bulat positif.
d)        Siswa berpasangan dengan teman sebangku. Seorang siswa menempatkan diri di sisi papan mistar bilangan positif  dan seorang lagi menempatkan diri di sisi mistar bilangan negative. Orang-orangan akan menengok ke kanan jika bertemu tanda positif, menengok ke kiri jika bertemu tanda negative, kemudian berjalan kedepan sesuai angka yang ditentukan.
Contoh:
1)         Menjumlahkan bilangan bulat positif dan bilangan bulat positif.
Diberikan soal 4+3, maka siswa menyiapkan alat peraga mistar bilangan dan orang-orangan ( untuk menemukan hasil akhir)
a.         Siswa meletakkan orang-orangan di posisi nol.
b.         Orang-orangan dijalankan empat langkah ke kanan, kemudian tiga langkah lagi ke kanan.
c.         Hasil akhirnya orang-orangan tersebut akan berhenti di angka 7.
2)      Menjumlahkan bilangan bulat negatif dengan bilangan bulat negative.
Diberikan soal -4+(-3), maka siswa menyiapkan alat peraga mistar bilangan dan dan orang-orangan ( untuk menemukan hasil akhir)
a.          Siswa meletakkan orang-orangan di posisi nol.
b.          Karena di awal terdapat tanda negative, orang-orangan di hadapkan kea rah kiri, kemudian berjalan 4 langkah ke kiri.
c.          Kemudian terdapat tanda positif, maka orang-orangan di arahkan ke kanan.
d.         Setelah tanda positif, terdapat tanda negative maka orang-orangan dihadapkan kembali ke arah kiri kemudian berjalan sebanyak 3 langkah.
3)      Menjumlahkan bilangan bulat positif dan negatif positif dengan bilangan bulat positif dan negatif negatif
Diberikan soal 7+(-4), maka siswa menyiapkan alat peraga mistar bilangan dan dan orang-orangan ( untuk menemukan hasil akhir)
a.         Siswa meletakkan orang-orangan di posisi nol.
b.         Orang-orangan dijalankan 7 langkah ke kanan.
c.         Bertemu tanda positif, orang-orangan tetap di posisi. Kemudian bertemu tanda negative, orang-orangan menengok ke kiri kemudian berjalan empat langkah ke kiri.
d.        Hasil akhirnya orang-orangan berhenti di posisi angka  tiga.
e)         Siswa membandingkan dengan siswa lain
f)          Guru memberikan kesempatan bertanya




G.    METODE PENELITIAN
1.        Metode Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan tiap siklus terdiri dari : perencanaan (planning), tindakan (acting), observasi (observing) dan refleksi (reflecting). Model pelaksanaannya “guru sebagai peneliti” dengan acuan model siklus PTK yang dikembangkan oleh Kemmis & Taggart (1990).
2.      Tempat dan Waktu Penelitian
a.         Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SDN 02 Geger, Madiun yang beralamatkan di Jalan Raya Dagangan. Peneliti mengadakan penelitian di SDN 02 Geger dengan pertimbangan bahwa sekolah ini belum pernah dilakukan penelitian dengan judul yang sama dengan peneliti.
b.        Waktu penelitian
Penelitian ini direncanakan akan dilaksanakan pada tahun ajaran 2012/2013. Adapun rincian waktu penelitian sebagai berikut.
1)             Tahap Persiapan : minggu ke II bulan Februari sampai minggu ke III bulan Februari 2013.
2)             Tahap Pelaksanaan : minggu ke III bulan Februari sampai minggu ke IV bulan Maret 2013.
3)             Tahap Analisis Data : minggu ke I bulan Maret sampai minggu ke IV bulan Maret 2013.
4)             Tahap Laporan : minggu ke I bulan April sampai minggu ke I bulan Mei 2013.



3.        Subjek Penelitian
Dalam penelitian ini, peneliti adalah guru matematika yang bertindak sebagai subyek yang memberi tindakan. Seluruh siswa kelas 4 SDN Geger 02 Madiun tahun ajaran 2012/2013 sebagai subjek yang menerima tindakan. Peneliti dibantu kepala sekolah dan mitra guru matematika sebagai observer.
4.        Rancangan Penelitian
Adapun rancangan penelitian pada kegiatan penelitian ini digambarkan sebagai berikut :


Siklus dari Suharsimi Arikunto
Gambar 3.1 Siklus Pelaksanaan Penelitian
Tahap Perencanaan meliputi :
1)        Refleksi Awal
Refleksi awal dimulai dari studi pendahuluan untuk menentukan subjek penelitian  membuat tes awal untuk memperoleh gambaran pengetahuan yang telah dimiliki oleh siswa.
2)         Rumusan Penelitian
Kegiatan yang dilakukan adalah menentukan tujuan pembelajaran, menyusun kegiatan pembelajaran yang mengarah pada pemahaman konsep penjumlahan bilangan bulat positif dan negatif, menyiapkan alat peraga yang dibutuhkan, menyiapkan lembar observasi yang akan digunakan oleh pengamat.
3)             Tahap Pelaksanaan
Tindakan Pelaksanaan tindakan yang dimaksudkan adalah melaksanakan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran untuk membantu siswa dalam meningkatkan pemahaman konsep penjumlahan bilangan bulat positif dan negatif yang dilaksanakan secara klasikal dan berfokus pada subjek penelitian. kegiatan ini dilakukan oleh guru sendiri atau oleh guru yang mengajar di kelas IV, dan direncanakan dilakukan dalam 2 kali pertemuan.
4)             Tahap Observasi
Kegiatan observasi yang dimaksudkan adalah kegiatan mengamati aktivitas siswa antara lain memanipulasi alat peraga, bertanya, mengerjakan LKS, dan tugas-tugas yang diberikan oleh guru. Sedangkan aktivitas guru yang perlu diamati antara lain berupa merenspon pertanyaan siswa, membimbing siswa yang mengalami kesulitan. Kegiatan ini dilakukan selama pembelajaran berlangsung dengan menggunakan lembar observasi yang disiapkan oleh peneliti.



5)        Tahap Refleksi
Pada tahap refleksi kegiatan peneliti adalah menganalisis, memahami, menjelaskan dan menyimpulkan hasil dari pengamatan. Peneliti bersama pengamat menganalisis dan merenungkan hasil tindakan pada siklus tindakan sebagai bahan pertimbangan apakah pemberian tindakan yang dilakukan perlu diulangi atau tidak. Jika perlu diulangi, maka peneliti menyusun kembali rencana untuk siklus berikutnya. Demikian seterusnya hingga siswa memperoleh skor minimal 65 %.

5.        Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data dalam penlitian ini adalah sebagai berikut
1.         Observasi
Observasi dilakukan untuk mengamati gejala-gejala yang tampak dalam proses pembelajaran, keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, ketertarikan siswa terhadap media serta bagaimana siswa menggunakan media itu sendiri.
2.         Tes
Tes dilakukan untuk mengumpulkan informasi tentang pemahaman siswa pada operasi penjumlahan bilangan bulat positif dan negatif. Tes dilakukan pada awal penelitian dan pada akhir setiap tindakan.
3.         Dokumentasi
Teknik dokumentasi digunakan untuk mendokumentasikan data tentang proses pembelajaran yang menggambarkan langkah-langkah konkrit yang dipraktikkan guru (peneliti) dalam proses pembelajaran. Dokumen yang dimaksud dalam penelitian ini mencakup dukumentasi foto dan dokumentasi portofolio siswa.



H.      DAFTAR PUSTAKA

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : Penerbit Alfabeta
Arikunto, Suharsimi. 2006. Penelitian Tidakan Kelas. Jakarta : Penerbit PT Bumi Aksara.
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). 2006 Mata Pelajaran Matematika Untuk Tingkat SD/MI. Jakarta Depdiknas.

1 komentar:

Gariwasabi mengatakan...

Nah ini BAB 1 udah selesai ,. :D skarang lanjut BAB 2 ...

Poskan Komentar

VHEE © 2008. Design by :Yanku Templates Sponsored by: Tutorial87 Commentcute